Dear, Fana. Kau jahat.

Hai. Hallo teman sebaya. Dulu kita bermain di dunia nyata. Sekarang kita bermain-main di dunia fana. Rasanya permainan zaman kita kecil lebih memiliki kesan aktif & variatif. Dan sekarang permainan kita berubah jadi monton. hanya duduk, menatap, jari bergerak, dan tekan-tekan tombol. Apakah kita ini melupakan bagaimana seru dan bahagianya dunia nyata? Apakah kita ini terhipnotis dengan keseruan fana yg secara tidak sengaja diciptakan oleh kita?
Dulu kita berbincang sebagaimana layaknya seorang teman. Saling lempar senyum, canda, & tawa. Berkelahi itu memang adanya, tapi bukan fisik dan verbal yang kita mainkan. Melainkan jalinan persahabatan yang menyatukan kembali.
Bandingkan dengan sekarang. Teman memang banyak, tapi yang sebenar-benarnya teman itu masuk dalam hitungan jari. Senyum palsu, attitude palsu. Berkelahi?. Pasti adanya. Debat ini itu, Rebutan cewek/cowok, bahkan yang memicunya hanya hal sepele. Bicara kasar ” Dasar lu B*bi, A**ing” hal lumrah di dunia Maya. Karna permainan zaman sekarang sudah terkontaminasi dengan hal-hal kotor. Yang memicu rusak nya moral kita.
Yah. Begitulah yang ingin gue sampaikan pada kalian. Jangan diperbudak oleh gadget. Toh kita sebagai orang yang sudah dewasa pikirannya, bisa memilah mana baik buruknya suatu hal.
Mungkin gue juga terkena efek nya. Kek kalian-kalian ini. Tiap hari yang dipergunakan aktifitas hanya satu. Yaitu Gadget.
Gue juga tau kalo dalam semua hal pasti ada positif nya. Ya. Gadget juga ada positifnya. Tapi ya kita-kita ini yang mempergunakannya secara tidak edukatif. Cibir sana cibir sini. Anjing sana anjing sini. Hoax sana hoax sini. Gibah woy. Stop buat generasi ancur. Ancur dalam hal sosial maupun agamis. Berbuatlah secukupnya. Manfaatkanlah sarana gadget ini dengan sebaik-sebaiknya.
Salam buat Fana. Situ bukan peliharaan. Jadi ga usah selalu mau diperhatiin.
Wassalamualaikum.