Bullying is Nothing

Bullying atau mengganggu seseorang, dimana orang kuat merasa berkuasa, dan orang lemah dikucilkan. Biasanya kita temui dikalangan teman sepermainan. Ciri-ciri seseorang yang biasa terkena bully adalah yang mempunyai sifat/fisik tidak seperti pada umumnya atau tidak sinkron dengan lingkungannya. Didalam membully terdapat bumbu-bumbu kebencian, Benci menurut KBBI memiliki pengertian yaitu Sangat tidak menyukai kepada suatu hal atau seseorang. Benci menurut gue adalah pria yang berkelakuan seperti wanita. Eh, banci ya itu. Sory ralat. Benci adalah perasaan seorang yang tidak menyukai kelakuan seorang lainnya misalnya temennya. Kalo menurut gue “Kebencian” yang diaplikasikan oleh kebanyakan orang adalah membenci atas dasar tidak suka kepada seseorangnya, walaupun apa yang dia lakukan adalah kebaikan.
Gue punya pengalaman “Terbully” dalam lingkungan. Gue berasa diliat sekeliling adalah orang yang lemah dan tidak berguna. “Lu ga ada juga yang lain ga peduli” begitulah bahasa kasarnya orang-orang melihat diri gue. Mereka yang notabene nya orang-orang sering nongkrong, Merokok, minum-minuman, sering melihat gue tidak berbaur dengan mereka. Mereka menyebut gue Banci. “Banci lu, Laki itu ngerokok”. Lelaki adalah seorang pemimpin. Bukannya pemimpin itu harus terlihat bagus oleh masyarakat. Ini ngerokok, terus sambil minum. Ga ada bro pemimpin yang kaya begitu. Laki itu harus kuat luar dan dalam. Kalo luarnya aja yang kuat tapi didalamnya bobrok, mau jadi apa terus, “Banci?”.
Untuk kalian yang sering membully atau menghina orang lain atas dasar lu merasa orang berguna dan berkuasa “Dapet apa emangnya?”, Kesenangan kah, Kenikmatan kah, atau emang supaya lu punya suatu aktifitas yang sedikit berguna menurut lu gitu?. Gini bro, orang yang lemah bukan berarti lemah. Lemah fisik – kuat akal. Lemah akal – kuat hati. Lemah hati – kuat tekad. Jangan lu nilai seseorang dari kulit luarnya. Jangan lu menghina seseorang karena satu kesalahan. Dalam suatu keburukan pasti ada banyak kebaikan.
Nasib seseorang bukan dilihat dari kuat, lemah, pintar, bodoh nya seseorang. Nasib akan berujung baik jika kita berusaha keras dan bertekad untuk menuju kebaikan. Bukannya masa bodo, “lah, kan nasib udah ditentuin sama Allah!”, bro. Allah itu ga bodoh, mana ada orang yang ga berusaha bisa tiba-tiba sukses. Kan ngga gitu loh! Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Pembully belum tentu memiliki nasib bagus di masa depan. Dan sebaliknya belum tentu orang lemah akan memiliki nasib yang buruk. Bahkan Orang lemah akan mempunyai motivasi lebih tinggi ketimbang orang yang udah merasa berguna dan percaya diri. Orang lemah akan menitik perlahan-lahan untuk menunjukan usaha bahwa dia bisa seperti yang lainnya bahkan melampaui nya.
Ada ko buktinya! Gue misalnya!. Orang yang ngebully gue, yang ngatain gue “banci” sekarang jadi tukang parkir. Gue sering ngasih uang parkir ke dia. Dan gue cuma bisa senyum. Gue lagi makan mie ayam. Ada pengamen dan ternyata mereka yang dulu mengolok-olok gue. Gue kasih uang. Dan gue hanya bisa senyum. Mereka Luntang Lantung sana sini, gue Alhamdulillah udah bisa hidup mandiri. Dan lagi gue cuma bisa senyum. Gue bukannya sombong, gue bukannya balik membully mereka, Gue hanya memberi contoh bahwa bully membully adalah hal yang ga patut dibudayakan. (Tapi keliatannya lu kaya sombong dan!)
Tong kosong nyaring bunyinya, ucapan besar perbuatannya nol. Jangan sok jagoan, jangan sok lu yang paling sempurna, jangan sok lu yang paling bisa. Ga ada ‘Dia yang paling lemah’ ‘Dia yang paling kuat’, Derajat manusia semua sama. Hanya saja Allah menempatkan kelebihan dan kekurangannya di posisi yang berbeda-beda.
Jangan mudah menyerah, jangan terpengaruh buruk oleh lingkungan sekitar. Lu ya lu, dia ya dia, jangan berurusan dengan urusan orang lain. Urus diri lu sendiri. Tata, benahi, perbaiki, dan kembangkan.
Ingat Budak tidak selalu kalah, bahkan akan menang melawan raja sekalipun.
Saya Ramadani, saatnya bilang, Semm… Mhhmmm.   Mmmhh.. Mmhhhmmhmhmm.. (Nissa Saiyan 3)